Temukan Cara Ubah Limbah Rambut Jadi Cat Anti Karat

Rabu, 25 Oktober 2017 | 14:21
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share

INDOPOS.CO.ID - Samuel Benedict, 17, dan Christopher Richard, 12, pelajar di SMA asal Tangerang mendadak tenar. Keduanya meraih medali emas dalam ajang Genius Olympiad 2017 di Oswego, Ameria Serikat. Itu karena penemuan mereka yang mengolah limbah rambut menjadi cat anti karat menarik perhatian juri.

Samuel Benedict mengaku, sangat senang dapat memenangkan lomba bergengsi antar pelajar dunia. Karena jerih payah mereka untuk membuat cat anti karat ke logam menggunakan limbah rambut menarik perhatian para juri.

“Ya senang bisa membawa nama Indonesia terkenal di manca negara. Idenya awalnya pas saya lihat banyak sampah rambut sampai berdus-dus di tempat cukur rambut. Dari situ saya pun langsung mencari cara memanfaatkan limbah ini untuk bisa dijual ke publik,” katanya kepada INDOPOS saat ditemui di SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Kota Tangerang Selatan, Rabu (25/10).

Lebih jauh Samuel mengungkapkan, untuk mencari informasi soal zat keratin di dalam rambut yang merupakan ikatan unsur sulfida, di mana zat dan bahan tersebut bisa bermanfaat untuk meningkatkan kualitas cat dikumpulkan melalui buku dan internet. Selanjutnya, dari berbagai formulasi pencampuran bahan tersebut jadilah cat.

“Saya pikir, kenapa keratin ini enggak dimanfaatkan untuk di cat saja. Lalu saya coba-coba, bikin formulasi cat yang beda-beda. Sebenarnya bukan hanya secara fungsinya, tapi secara kimiawi cat dengan campuran keratin rambut ini lebih optimal saat diaplikasikan di setiap media cat, dan hasil dari pengecatan juga baik, lebih tahan asam. Besi yang dilapisi cat tersebut tidak mudah korosi,” paparnya.

Diakuinya, melombakan temuan itu ke kancah nasional dan kemudian melaju mulus ke ajang internasional, yakni Genius Olympiad 2017 berhasil mengungguli ribuan peserta olimpiade. Dan 360-an peserta beregu yang berasal dari 73 negara di dunia dengan meriah emas pada Juni lalu. Kini, Samuel dan Christopher pun sedang mengembangkan temuannya agar formula cat miliknya dapat diaplikasikan pada bahan lain.

“Harusnya bisa juga buat cat tembok dan lain-lainnya. Saya sedang kembangkan ke arah itu, dan sedang usaha membuat paten. Kalau ini berhasil Indonesia bisa jadi pengekspor cat anti karat ke luar negeri dan dapat menambah devisa negara untuk membuka lapangan kerja baru,” pungkasnya. (cok)

Editor : Novita Amelilawaty
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%