Usul ke Presiden Terapkan Teknologi Irradiator Gamma

Rabu, 27 September 2017 | 10:32
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Bupati Buleleng Agus Suradnyana. Foto: istimewa

INDOPOS.CO.ID - Bupati Buleleng Agus Suradnyana memanfaatkan momen kedatangan Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu untuk menyampaikan usulan ataupun kebutuhan yang sangat mendesak bagi Kabupaten Buleleng, Provinsi Bali.

Usulan yang disampaikan kepada Presiden Jokowi adalah pemanfaatan teknologi irradiator gamma untuk pertanian pasca panen. Ini disampaikan karena pertanian masih menjadi pemberi kontribusi terbesar dalam perekonomian di Kabupaten Buleleng.

“Teknologi ini diperlukan untuk menjaga kualitas terutama buah-buahan agar bertahan lama mengingat Buleleng merupakan penghasil buah-buahan terbesar di Bali. Anggarannya sudah ada di kementrian. Mudah-mudahan Presiden menyetujui untuk dibangun di Buleleng. Jika Presiden merestui, kami yakin perekonomian masyarakat akan bergerak,” jelasnya.

Selain itu, aksesibilitas dari pusat perekonomian Bali menuju Buleleng menjadi usulan Bupati Agus Suradnyana. Aksesibilitas yang berkelok-kelok dan curam menuju Kabupaten Buleleng menjadi hambatan dalam memajukan perekonomian di Buleleng. Untuk itu, Bupati Agus Suradnyana menyampaikan terimakasihnya karena pemerintah pusat telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dua titik shortcut di Buleleng yang akan dibangun pada tahun 2018.

“Besar harapan kami kepada Presiden untuk setiap tahunnya memberikan bantuan sebanyak dua titik shortcut menuju Bali Selatan. Persoalan aksesibilitas ini akan mampu menjawab ketimpangan pembangunan ekonomi antara Bali Selatan dan Bali Utara,” imbuhnya.

Sedangkan yang terakhir adalah pembangunan bandara di Bali Utara. Rencana pembangunan bandara Provinsi Bali di Kabupaten Buleleng diharapkan mampu meningkatkan perkonomian di Bali Utara, Bali Timur dan Bali Barat. Pembangunan Bandara di Bali Utara juga akan mampu menjawab target kunjungan wisatawan yang mencapai 20 juta per tahun untuk menutup kekroditan di Bandara Ngurah Rai yang hanya mempunyai satu landasan pacu.

“Pembangunan bandara ini juga mampu menjawab persoalan daya tampung. Dengan terkooptasinya pembanguna di Bali Selatan tentunya dibarengi oleh kerusakan lingkungan dan permasalahan masyarakat yang akan mengurangi kualitas pariwisata di Bali,” tandasnya. (dik/bea/jpg)

Editor : Novita Amelilawaty
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%