Ayo, Jadi Perempuan Jangan Gaptek!

Selasa, 29 Agustus 2017 | 18:44
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Foto : Istimewah

INDOPOS.CO.ID - Perkembangan teknologi mengalami peningkatan yang sangat pesat. Namun sayang, tidak diimbangi dengan kemampuan perempuan menguasai perkembangan teknologi.

Padahal, jumlah kaum hawa di Indonesia dewasa ini memberi kontribusi besar di berbagai lini. Masih minimnya perempuan yang menjadi ahli dalam bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) menjadi tantangan tersendiri.

Maka itu, Universitas Nasional (Unas) bekerjasama dengan Asia Pacific Women’s Information Network Center (APWINC) Korea Selatan membuat program pelatihan TIK. Kegiatan tersebut mengambil tajuk ”Women’s Empowerment through ICT Education”.

”Kegiatan ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran akan pemberdayaan wanita untuk mencapai kesetaraan gender. Khususnya di bidang TIK,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Nasional Iskandar Fitri, seperti dilansir website resmi Unas.

Dia berharap, program ini bisa berjalan kontinyu,  tidak hanya untuk mahasiswa saja tapi juga ke depannya untuk para dosen. Ditambahkan Direktur Eksekutif Asia Pacific Women’s Information Network Center (APWINC) Kim Myong Hee, tujuan utama dari kegiatan ICT Leadership Training adalah untuk mempromosikan keahlian ICT dalam suatu pembelajaran khusus untuk wanita. Menurutnya, lewat kemampuan TIK, perempuan bisa mengembangkan diri.

Antara lain, menemukan peluang wirausaha, memobilisasi demokrasi, martabat, dan hak asasi manusia. Selain itu, lanjutnya, semua orang harus bisa memanfaatkan sebaik-baiknya TIK untuk membantu menciptakan masa depan yang  diinginkan.

Sementara itu, salah satu peserta program itu, Nina Chairani Nasution mengungkapkan, banyak kesulitan dalam mengoperasikan aplikasi tersebut. Termasuk saat mengikuti arahan dari pelatih dan saat membaca buku panduan yang diberikan.

”Saya sebagai pemula dalam dunia TIK merasa senang dengan adanya kegiatan ini. Kita juga bisa tahu bahwa tidak hanya anak IT saja yang dapat mengoperasikan program, tetapi anak dari jurusan lain juga bisa, kita juga bisa belajar,” ujar mahasiswi semester lima Program Studi Sastra Jepang Unas itu. (asf)

Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%