Tebusan Virus 'Mau Menangis' Ternyata Bukan Uang

WannaCry membuat heboh pekan ini

Senin, 15 Mei 2017 | 19:33
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Ilustrasi virus WannaCry

INDOPOS.CO.ID - Dunia sedang heboh oleh serangan Ransomware WannaCry, virus malware menjangkiti sistem operasi berbasis Microsoft Windows. Para hacker meminta tebusan. Namun bukan uang, tetapi bitcoin.

Bitcoin  mata uang virtual. Pertama kali populer 2009 oleh seseorang dengan nama samaran Satoshi Nakamoto. Mata uang ini seperti Rupiah atau Dollar, namun cuma  tersedia di dunia digital

Sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, sejak Jumat pekan lalu, ransomware ini menginfeksi banyak negara. Sistem operasi di perangkat komputer, laptop dengan sistem operasi Microsoft Windows rentan terkena serangan virus berbahaya ini.

Terdapat 150 negara termasuk Indonesia terserang virus ini. Paling besar, adalah sistem operasi di layanan kesehatan Inggris, UK National Health Service (NHS). Serangan ini pertama kali terdeteksi pada Jumat, (12/5) pekan lalu oleh periset keamanan siber.

Sedangkan, NHS melaporkan, komputer mereka terserang virus ini pukul 15.30 waktu setempat di hari sama. Korban lain dari perusahaan multinasional di Spanyol, penyedia jasa telekomunikasi Telefonica, kemudian perusahaan jasa pengiriman Amerika Serikat, FedEX serta Universitas di Tiongkok.

Serangan virus ini membuat Indonesia waspada. Dua sistem komputer Rumah Sakit di Indonesia mengaku terserang Ransomware WannaCry. Beberapa bank siaga menjaga data nasabah dari serangan virus ini.

Sesuai dengan nama, Ransomware meminta tebusan. Para hacker menyerang sebuah perangkat sistem operasi Microsot Windows kemudian mengunci data, sehingga pengguna tidak bisa mengakses data itu. Para peretas meminta bitcoin setara dengan nilai US$ 300. Peretas juga konsisten dengan permintaan, cuma bitcoin, bukan tebusan lain, termasuk uang.

Bila komputer tersebut sudah terinfeksi virus ini, pesan di layar komputer akan memberikan tutorial cara membayar tebusan, mulai menghitung mundur kepada para korban sampai jatuh tempo. 

Korban memiliki waktu 3 hari untuk membayar tebusan. Kalau melewati batas waktu, maka jumlah akan berlipat ganda. Dalam sepekan, kalau permintaan belum terkabul, para peretas akan menghapus seluruh data di komputer korban.

Editor : Redjo Prahananda
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%