Melalui Personalisasi, Bosch Mendorong Tren Konektivitas Lebih Maju

Kamis, 05 Januari 2017 | 16:50
Share:
Facebook Share
Twitter Share
Google Plus Share
Dr. Werner Struth, anggota dewan manajemen Bosch, pada ajang CES 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat

INDOPOS.CO.ID – Pada ajang CES® 2017, Bosch memperlihatkan bahwa solusi terhubung telah mengubah visi tersebut menjadi kenyataan. “Personalisasi adalah tren yang terus bertumbuh di dunia konektivitas, dan kami mendorong tren ini lebih maju,” ujar Dr. Werner Struth, anggota dewan manajemen Bosch, saat sesi konferensi pers Bosch pada ajang CES 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, dalam keterangannya, Kamis (5/1).

Dalam ajang pameran dagang elektronik untuk konsumen terbesar di dunia tersebut, Bosch sebagai penyedia layanan dan teknologi global terkemuka berfokus dalam bidang-bidang berikut: rumah pintar, kota pintar, mobilitas terhubung, dan Industry 4.0.

Melalui personalisasi produk dan layanan, konektivitas kini memasuki fase pengembangan lebih lanjut. “Kini, peranti sudah menjadi asisten pintar yang membuat kehidupan sehari-hari baik di rumah, di kota, di mobil, dan di kantor, menjadi lebih mudah dan aman. Berdasarkan studi terbaru, lebih dari 60 persen responden percaya bahwa keberadaan asisten pintar semakin masuk akal. “Persiapan yang telah kami lakukan menandakan bahwa kami sangat siap untuk menjadi pemimpin dalam personalisasi konektivitas,” kata Struth.

Masih sangat sedikit jumlah perusahaan industri yang memiliki keahlian berimbang pada tiga tingkatan internet of things: Bosch menghadirkan keahlian menyeluruh dengan teknologi sensor, perangkat lunak dan layanan, serta cloud IoT sendiri. Ini menjadikan perusahaan memberikan solusi komplet untuk Internet of Things (IoT).

Selain itu, Bosch mempunyai target untuk dapat menghubungkan seluruh produk elektroniknya ke dalam satu jaringan dan menawarkan paket layanan terhubung untuk setiap produk. Pelanggan menjadi fokus utamanya: “Fungsi tambahan dan layanan yang cerdas harus disesuaikan dengan kebutuhan individu pelanggan serta kebiasaan penggunaan mereka,” kata Struth.

Berkat adanya personalisasi produk dan solusi melalui konektivitas, itu semakin mungkin diwujudkan.

Sistem rumah pintar Bosch memungkinkan pemilik rumah untuk dapat mengendalikan perangkat yang saling terhubung di rumah melalui satu aplikasi. Dengan manajer skenario, rumah pintar menjadi lebih berintuisi. Ketika meninggalkan rumah, Anda tidak perlu lagi memeriksa apakah alat pemanas, alat elektronik, atau lampu sudah dimatikan atau belum. Ini membuat hidup lebih aman dan nyaman. Cukup dengan mengaktifkan skenario melalui sentuhan jari, manajer skenario akan mengerjakan tugas-tugas rutin melalui aplikasi rumah pintar Bosch.

Mayfield Robotics, perusahaan rintisan yang didukung oleh Robert Bosch Start-up GmbH (BOSP), berfokus pada bisnis robot rumah tangga. Perusahaan ini mengkhususkan diri pada pengembangan robot rumah tangga. Pada ajang CES® 2017 perusahaan ini memperkenalkan Kuri, robot rumah tangga komersial pertama dari BOSP, yang rencananya akan diluncurkan di Amerika Serikat pada akhir 2017. Tinggi robot ini sekitar 50 cm dan dilengkapi dengan berbagai jenis sensor.

Robot ini dapat mengelilingi seluruh ruangan sambil mencari tahu rute terdekat. Kuri dapat berinteraksi dengan penghuni rumah, sehingga dapat dikategorikan sebagai bagian dari keluarga. Misalnya, Kuri dapat memainkan musik atau memberi tahu orang tua yang sedang terjebak macet bahwa anak-anak mereka sudah pulang dari sekolah. Lebih dari 30 insinyur robot dan desainer bekerja di markas perusahaan rintisan ini di Redwood City, California. Di sana, mereka mendapat kebebasan untuk berkreasi serta merasakan kultur perusahaan rintisan Silicon Valley yang inspiratif.

“Bagi Bosch, investasi khusus pada perusahaan rintisan kreatif sangatlah penting, karena langkah tersebut memungkinkan kami untuk dapat menanggapi tren terbaru sedini mungkin. Dengan begitu, kami turut melindungi jalan kami dari perkembangan industri yang mengganggu,” kata Struth.

Dengan solusi Gateway IoT yang baru, perusahaan juga dapat menawarkan keuntungan industri terhubung kepada para pengguna mesin-mesin lama. “Banyak mesin yang tidak saling terhubung. Mereka, di antaranya, tidak memiliki sensor penting, perangkat lunak ataupun koneksi ke sistem TI perusahaan – yang menjadi prasyarat dalam produksi berjaringan,” ujar Struth.

“Merujuk pada istilah global, pasar solusi retrofit seperti Bosch IoT gateway, berharga miliaran,” tambah dia.

IoT Gateway menggabungkan teknologi sensor, perangkat lunak, dan sistem kendali industri yang diaktifkan oleh IoT. Ini memungkinkan pemantauan pada status mesin.

Menurut Struth, industri membutuhkan mesin yang saling terhubung untuk memastikan keberhasilan jangka panjang. Inilah tepatnya yang ditawarkan oleh Bosch IoT gateway – solusi yang cepat dan fleksibel.

Pandangan Bosch terhadap Internet of Things

“Kami percaya bahwa konektivitas adalah lebih dari sekadar teknologi. Konektivitas adalah bagian dari kehidupan kita. Konektivitas dapat meningkatkan mobilitas, membentuk kota di masa depan, dan membuat rumah menjadi lebih pintar, industri saling terhubung, dan perawatan kesehatan lebih efisien. Dalam setiap aspek, Bosch bekerja menuju dunia yang saling terhubung. Dunia yang membuka kemungkinan yang tak pernah dibayangkan oleh siapa pun sebelumnya. Maka itu, mari melampaui dari sekadar membangun perangkat yang saling terhubung. Mari membangun koneksi dengan keuntungan yang nyata – di seluruh dunia, di dunia maya, di dalam cloud. Mari menghubungkan penemu dengan penyandang dana, pemimpi dengan pelaku, potongan dengan keseluruhannya. Mari mengaitkan dunia virtual dengan yang nyata dan tinggalkan warisan yang kekal di dunia kita. Mari menjadi saling terhubung.” (rmn)

Editor : Ali Rahman
Apa Reaksi Anda?
 Loading...
Suka
Suka
0%
Lucu
Lucu
0%
Sedih
Sedih
0%
Marah
Marah
0%
Kaget
Kaget
0%
Aneh
Aneh
0%
Takut
Takut
0%